Pelepasliaran 64 Penyu Asal Australia dari Perdagangan Ilegal yang Makin Marak

Sebanyak 64 penyu dari berbagai jenis dan kasus dilepaskan di Pantai Sanur, Denpasar, pada 10 Juni 2023. Pelepasliaran ini dirangkaikan Hari Lingkungan Hidup sedunia tahun ini, menyongsong Hari Bhayangkara ke-77 serta menyambut Hari Konservasi Alam Nasional 2023 oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polda Bali dan lembaga lainnya.

Ida Bagus Windia Adnyana, peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana menyatakan telah memeriksa Mt-DNA dari sejumlah penyu hijau yang diselundupkan ke Bali akhir-akhir ini. Penyu-penyu tersebut diakui ditangkap di ruaya pakan yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, dekat Alas Purwo.

Hasil tes DNA pada puluhan sampel penyu-penyu barang bukti penangkapan di Bali menyatakan sebagian berasal dari perairan Australia yang bermigrasi dan mencari makan (feeding ground) di perairan Jawa Timur. Di lokasi inilah sejumlah penyu hijau itu diperkirakan ditangkap lalu diperdagangkan ke Bali. Sebagian penyu ini dilepaskan setelah kasusnya diputus pengadilan dan ada yang masih dalam penyidikan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa Mt-DNA penyu-penyu ini ada kedekatan dengan populasi penyu dari berbagai lokasi peneluran di Indonesia dan Australia. Bahkan, proporsi kontribusi dari Ashmore Reef dan Scot/Browse di Australia masing-masing 18%. Proporsi ini jauh lebih tinggi dibandingkan proporsi dari lokasi peneluran di Indonesia seperti Pangumbahan di Jawa Barat dan lokasi-lokasi peneluran di Pulau Kalimantan. Ashmore Reef memang dikenal sebagai salah satu lokasi peneluran yang signifikan di wilayah Indo-Australia. Nelayan Indonesia menyebutnya Pulau Pasir, karena dekat dengan NTT.

Menurut Windia, ruaya pakan tempat penyu-penyu ini kemungkinan besar ditangkap adalah ruaya pakan penting karena merupakan “rumah” bagi penyu-penyu hijau dari berbagai stok populasi bertelur di berbagai kawasan. “Area feeding ground ini harus dilindungi,” tambahnya.

Ukurannya pun besar. Windia memperkirakan 99% penyu yang diperdagangkan sudah dewasa kelamin. Para penyu dari berbagai stok populasi ini kumpul di ujung Alas Purwo karena mengikuti musim arus saat bermigrasi. Seingatnya, di masa lalu saat perdagangan penyu di Bali sangat marak, warga Perancak, Jembrana juga ada yang mengaku menangkap di feeding ground ini. Kini, perdagangan penyu terutama penyu hijau makin merebak.

SUMBER : MONGABAY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top